Articles by "SYIAH"
Tampilkan postingan dengan label SYIAH. Tampilkan semua postingan


Syaikh Usamah Ar-RifaiAntiLiberalNews | Islampos – Ketua Rabithah Ulama Syam, Syaikh Prof. Dr. Usamah Ar-Rifai, menghimbau kepada warga Indonesia agar tidak terpancing isu yang menyudutkan pihak pejuang Islam, yang difitnah sebagai “Wahabi”, sebagai dalang perang Suriah.
Tudingan seperti itu banyak dihembuskan oleh kaum takfiri Syiah dengan tujuan untuk mengadu domba sesama Muslim.
“Tentu saja (isu “Wahabi”) ini tidak benar. Ini tidak ada dasar kebenarannya sama sekali. Konflik yang sebenarnya terjadi adalah antara rezim penguasa yang zhalim, kafir lagi fajir (melampaui batas, -red), dengan rakyat Suriah secara umum (kaum Muslimin),” kata Syaikh Usamah Ar-Rifai kepada wartawan Indonesia yang tergabung dalam tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di Turki, usai konferensi pers Muktamar Ulama Suriah, Islampos, Senin (14/4).
Meski berpaham Asy’ari seperti mayoritas umat Islam Indonesia, Syaikh Usamah tidak mau terpancing dengan isu-isu syubhat seperti itu. Dia mengatakan bahwa di Suriah, seluruh elemen umat Islam bersatu melawan rezim haus darah Assad.
“Alhamdulillah, seluruh komponen kaum Muslimin, baik dari Sufi, Salafi dan lain sebagainya bersatu dalam menghadapi rezim takfiri Syiah ini. Dan majelis pertemuan saat ini (Muktamar Ulama Suriah) merupakan perwakilan dari seluruh Ulama, Dai, dan para Imam dari seluruh Suriah dari kalangan Muslim,” pungkas ulama yang sangat disegani di Suriah ini. [JITU/islampos]

Dijelaskan Bahaya dan Sesatnya Syi’ah, JK: Itu Adalah Fitnah Dari Wahabi

jusuf kalla jk dan marja syiahAntiLiberalNews | Gema Islam – Jusuf Kalla (JK) telah dipilih oleh partai sekuler PDI Perjuangan dan rekan koalisinya untuk menjadi pendamping Joko Widodo (Jokowi) pada pertarungan Capres-Cawapres Juli mendatang.
Jokowi yang nasionalis dan abangan disandingkan dengan JK yang berlatar belakang religius. Muncul sebagai slogan bagi pasangan ini Nasionalis-Religius. Ini sengaja dilakukan agar dapat menarik suara umat Islam.
Tak disangka, ternyata JK yang dijagokan oleh PDIP dan rekan koalisinya belum bisa dijadikan wakil untuk umat Islam. JK bersikap tak bijak dalam menyikapi keadaan umat Islam.
JK yang disangka sebagai sosok tokoh Muslim memiliki anggapan bahwa Wahabi adalah ajaran yang suka menyebarkan tuduhan dusta dan fitnah. Hal ini dia katakan saat dijelaskan padanya tentang sesat dan bahayanya ajaran Syi’ah. Terlihat jelas pembelaannya terhadap para kaum takfiri pengikut Abdullah bin Saba’ itu, yang justru merupakan penyebar dusta (taqiyah) dan fitnah (terutama terhadap sahabat dan istri-istri Nabi SAW) yang sebenarnya.
“Semua ini tidak benar (sesat dan bahayanya Syi’ah), ini hanya fitnah dan tuduhan dari Wahabi,” kata JK, seperti disampaikan sumber terpercaya gemaislam.com pada Ahad (18/5).
Seperti diketahui, hubungan JK sebagai Ketua DMI (Dewan Masjid Indonesia) cukup dekat dengan para marja’ Syi’ah di Iran, bahkan DMI pada tahun 2013 silam berencana akan kerjasama dengan Dewan Masjid Republik takfiri Syi’ah Iran.
“Kami membicarakan tentang kemungkinan bagaimana menjajaki kerja sama antara Dewan Masjid Indonesia dan Dewan Masjid Iran, agar saling belajar pengelolaan masjid yang baik,” kata Jusuf Kalla di Kantor DMI Jakarta, Selasa (28/5/2013).
Inilah Capres dan Cawapres yang dijagokan oleh PDIP. JK yang diandalkan sebagai wakil dari Islam ternyata menyakiti hati umat Islam. (bms)


Deklarasi ALIANSI NASIONAL ANTI SYI'AH
AntiLiberalNews – Bismillahirrahmanirrahim. Hadirilah! “Deklarasi ALIANSI NASIONAL ANTI SYI’AH”(Dihadiri lebih dari 100 Ulama dari seluruh penjuru Indonesia)
Gerakan Syi’ah semakin masif dan berani dalam menyebarkan faham dan ajaran-ajaran sesat mereka…
Berawal dari rekomendasi hasil Musyawarah Nasional Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2 yang diselenggarakan Forum Ulama Ummat Islam (FUUI) di Bandung, Ahad 22 April 2012 yang lalu, maka dengan mengucap Bismillah dan hanya mengharap ridha Allah SWT, para Ulama dari berbagai Ormas Islam dan Harokah di tanah air, Insya Allah akan mendeklarasikan berdirinya “Aliansi Nasional Anti Syiah”
Waktu: Ahad, 20 april 2014 pukul 08:30-12:00 WIB
Tempat: Masjid Al-Fajr, Jl. Cijagra Raya, Buah Batu (Bandung)
Penceramah :
1. K.H. Abdul Hamid Baidlowi (Tokoh NU)
2. Prof. DR. K.H. Muslim Ibrahim {Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh}
3. K.H. Muhammad Said Abdus Shamad, Lc. {Ketua Lembaga Penelitian Pengkajian Islam (LPPI) Makassar}
4. Prof. Dr. Maman Abdurrahman (Ketum PERSIS)
5. Drs. K.H. Abdul Muis Abdullah (Ketua MUI Balikpapan)
6. K.H. Ahmad Cholil Ridwan, Lc. {Ketua MUI Pusat; Sesepuh Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII)}
7. Habib Zein Al-Kaff {Ketua Front Anti Aliran Sesat (FAAS) Jawa Timur}
8. Drs. K.H. M. Nuruddin A. Rahman, SH. (Pengasuh Ponpes Al-Hikam Bangkalan, Jawa Timur)
9. K.H Muhammad Al-Khaththath {Sekjen Forum Umat Islam (FUI)}
10. Ust. Farid Ahmad Okbah, MA. (Ketua Islamic Center Al-Islam, Bekasi)
11. Prof. DR. Muhammad Baharun (Ketua MUI Pusat Bidang Hukum dan Perundang-undangan)
12. K.H. Athian Ali M. Da’i Lc., MA. {Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI)}
*Acara juga akan dihadiri oleh Ahmad Heryawan, Lc. (Gubernur Jawa Barat).
Sebarkan!!
Red : Wijat


jalaluddin-rakhmatAntiLiberalNews – Pentolan Syiah Indonesia Jalaluddin Rakhmat telah dinyatakan lolos ke Senayan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil pemilihan legislatif pada Jumat pekan lalu (9/5). Calon legislator dari PDIP ini terpilih dengan raihan 56 ribu suara.
Tentu pihak yang menurutnya paling terkejut sekaligus terpukul adalah mayoritas umat Islam di Indonesia.
“Orang-orang Sunni Wahabi (istilah yang digunakan kaum takfiri Syiah untuk umat Islam secara umum, -red.) pasti merasa terpukul. Mereka merasa ini pukulan berat. Mereka membuat aliansi anti-Syiah karena panik menghadapi saya,” ujar pria yang akrab disapa kang Jalal itu kepada Merdeka.com, Jum’at (16/5).
Di sisi lain, kang Jalal mengaku tidak terkejut dengan lolosnya ia menjadi calon anggota legislatif DPR. Karena menurutnya, hasil tersebut sesuai dengan survei-survei yang dilakukan “pihaknya”.
“Dari survei-survei sebelumnya, saya memang diperkirakan bakal lolos ke Senayan,” katanya pada Selasa (13/5).
Red : W. Jati


jalaluddin-rakhmatAntiLiberalNews – Pilpres kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Penganut ajaran Syi’ah yang biasanya tak menampakkan dukungan kepada Partai Politik maupun Calon Presiden, sekarang terang-terangan mendukung salah satu Partai dan pasangan Capres-Cawapres.
Emilia Renita, Istri muda sesepuh Syi’ah Indonesia Jalaludin Rakhmat blak-blakan kepada publik dengan memberikan dukungan secara terbuka kepada Capres-Cawapres Jokowi-JK. Hal itu atas arahan, bimbingan dan restu ulama Syi’ah Internasional. Demikian lansir Gema Islam.
“Kami sudah dapat restu dari para ulama Syiah internasional untuk dukung Jokowi,” kata Emilia saat menghadiri Forum Pemimpin Gereja-gereja Indonesia dukung Jokowi di Galeri Cafe Cikini Jakarta, Jumat (30/05) malam, seperti dilansir bisnis.com.
Emilia mengatakan, saat ini  para penganut  Syi’ah di Indonesia diperkirakan mencapai 3 juta orang termasuk 800 orang pengurus. Renita hadir diacara tersebut mewakili Oase, salah satu lembaga binaan Syi’ ah Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI).
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu tersebar video seorang ulama Syi’ah asal Kanada, Syed Muhammad Ridvi. Dalam video berdurasi 18 menit 59 detik itu, dia mengucapkan selamat atas terpilihnya Jalaludin Rakhmat menjadi anggota DPR RI dan anjuran agar penganut Syi’ah Indonesia memilih Jokowi pada Pilpres mendatang.
Nampaknya, usaha dan dukungan Syi’ah tidak main-main pada Pemilu tahun ini.
Red: Randy


pembubaran pengajian syiahAntiLiberalNews | Jurnal Islam – Pengajian ajaran takfiri Syi’ah pimpinan Ir. Mutaqin Azikin yang digelar di rumahnya di Jl. Manggala Raya No. 93/111 Blok V, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, berhasil dibubarkan ratusan warga bersama ormas Laskar Pemburu Aliran Sesat (LPAS) dan aparat kepolisian Polsek Manggala pada Kamis (26/6) sekitar pukul 20.30 malam waktu setempat.
Berawal dari laporan warga kelurahan Manggala yang mencurigai adanya aktifitas aliran sesat di rumah salah seorang warganya bernama Mutaqin Azikin, karena pengajiannya yang selalu digelar tertutup. Sekitar pukul 20.30 waktu setempat, ratusan warga bersama LPAS dan aparat kepolisian dari Polsek Manggala akhirnya mendatangi rumah Mutaqin dan menghentikan acara kajian yang digelar rutin setiap malam Jum’at tersebut.
Acara pengajian yang dihadiri oleh 14 orang jamaah, terdiri dari 6 laki-laki dan 8 perempuan itu akhirnya dibubarkan dan seluruh jemaatnya dibawa aparat ke kantor Polsek Manggala untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Malam Jum’at lalu kita selidiki, nah Alhamdulillah qadarullah malam ini kita dapat,” ucap Nur Asrar, salah satu anggota LPAS yang dihubungi Jurnalislam.com beberapa saat setelah kejadian, Kamis (26/6) malam.
Rumah milik Mutaqin yang juga menjadi kantor redaksi buletin Syi’ah bernama MITSAL (Media Informasi dan Transformasi Al Islam) itu adalah pusat kegiatan kaum takfiri Syi’ah di daerah tersebut dengan Mutaqin sebagai pimpinannya. Mutaqin juga diketahui sebagai dewan redaksi bulletin Syi’ah tersebut.
“Banyak foto-foto, kaligrafi dan puluhan buku Syi’ah yang kami temukan di rumahnya. Tapi sudah disita polisi semua pak,” lanjut Asrar.
Kaligrafi syiah
buku syiah
Asrar juga mengatakan bahwa ketua umum pengurus pusat Ikatan Jemaah Ahlulbait Indonesia (Ijabi) Syamsuddin Baharuddin terlihat ada di Polsek Manggala mendampingi kelompoknya.
“Tadi juga ada ketua Ijabi Pusat Syamsudin Baharuddin di polsek. Dia mengelak terus ketika ditanya masalah mut’ah,” jelasnya.
Untuk memberi penjelasan lebih lanjut terhadap masyarakat mengenai kesesatan Syi’ah, LPAS membagi-bagikan buku kesesatan Syi’ah yang ditulis MUI dan DDII.
“Masyarakat dan polisi juga banyak yang belum tahu yang namanya Aliran Sesat Syi’ah. Dan kami tadi bagi-bagikan buku dari MUI dan DDII,” ujar Asrar.
Awal Mei lalu, LPAS juga berhasil menemukan mushola bertuliskan kaligrafi Syi’ah di Mall Graha Tata Cemerlang (GTC), Tanjung Bunga, Makasar. [Amaif/Jurnal Islam]


ritual syiah karbalaOleh: Mas’ud Izzul Mujahid
AntiLiberalNews – Banyak ulama yang mengabadikan kejahatan Syi’ah terhadap Islam dan umat Islam. Di antara mereka adalah DR. Muhammad Abdah, dalam bukunya, ‘Aya’idu at-Tarikhu Nafsahu’, diterjemahkan ke Indonesia dengan judul ‘Akankah Sejarah Terulang’. Sedangkan Syaikh DR. Imad Ali Abdu As-Sami, membukukan dalam dua jilid buku. yaitu, “Khiyanats asy-Syi’ah wa Atsaruha fi Haza’im alUmmah al Islamiyah,”.
Ibnu Katsier dalam buku sejarahnya, ‘al-Bidayah wan Nihayah’, mencatat kekejaman Syi’ah Qaramithah;
“Pada tahun 312 H bulan Muharram, Abu Thahir Al Husain bin Abu Sa’id Al Janabi –semoga Allah melaknatnya- menyerang para jemaah haji yang tengah dalam perjalanan pulang dari baitullah dan telah menunaikan kewajiban haji. Mereka merampok dan membunuh mereka. Korban pun berjatuhan dengan jumlah yang sangat banyak –hanya Allah yang mengetahuinya. Mereka juga menawan para wanita dan anak-anak mereka sekehendaknya dan merampas harta mereka yang mereka inginkan.
Pada tahun 317 H, orang-orang Syi’ah Qaramithah mencuri hajar aswad dari Baitullah. Qubbah Zamzam dihancurkan, pintu Ka’bah dicopot dan kiswahnya dilepaskan kemudian dirobek-robek. Mereka pun mengambil hajar aswad dan membawanya pergi ke negara mereka. Selama dua puluh dua tahun.” (Al Bidayah wa Al Nihayah, 11/149).”
Inilah sekelumit kejahatan Syi’ah terhadap umat Islam. Jika masih ada orang yang meragukan sejarah kejahatan Syi’ah, maka apa yang terjadi di Suriah, Bahrain, Iran, Irak dan Yaman, menjadi bukti terkini atas kejahatan Syi’ah. Kejadian kontemporer ini tidak bisa dielakkan. Bukti nyata kejahatan Syi’ah.
Dendam Sejarah Persia
Akidah Syi’ah berbahan dasar doktrin Yahudi yang dengki dan iri kepada umat Islam, terutama pasca terusirnya Yahudi dari Madinah. Kemudian ditambah dengan kebencian dendam Persia Majusi terhadap umat Islam, khususnya muslimin Arab yang telah memporak-porandakan imperium termegah Majusi, yaitu imperium Syi’ah.
Aroma dendam ini sangat terasa sekali. Misalnya, klaim mereka bahwa Kisra (mantan raja Persia) yang merobek-robek surat Rasulullah SAW dan mati dalam keadaan kafir, adalah penduduk surga. Syi’ah meyakini, neraka diharamkan bagi Kisra[1].
Demikian juga, kebencian mereka kepada Umar bin Khattab yang menitahkan kepada mujahidin untuk menaklukkan imperium Persia Raya. Juga pengkultusan Syi’ah terhadap Abu Lu’luah, seorang pemeluk majusi yang membunuh Umar bin Khattab RA. Bahkan menganggap Abu Lu’Luah sebagai baba syuja’ diin, bapak agama sejati.
Seorang ulama hadits yang bernama Abu Rabi’ mengisahkan, bahwa beliau memiliki seorang tetangga Rafidhah, namun tiba-tiba ia berubah. Abu Rabi’ tertarik menanyakan sebabnya. “Dulu anda mengklaim diri sebagai orang Rafidhah. Kenapa Anda berubah?. Tetangganya menjawab, “Sesugguhnya seluruh kaum zindiq telah melakukan perenungan yang mendalam tentang bagaimana menghancurkan Islam dan memerangi pemeluknya. Dan kami berkesimpulan, satu-satunya jalan ke sana hanya dengan masuk Syi’ah. Karena mereka adalah orang-orang bodoh.”
Ideologi Takfir Ekstrim
Ternyata salah satu sebab kekejian dan kekejaman oleh Syi’ah adalah ideology takfir yang ada dalam ajaran Syi’ah. Yang dimaksud dengan ideology takfir di sini, mereka mengkafirkan umat Islam selain orang Syi’ah. Bahkan dalam dogma Syi’ah, umat Islam selain Syi’ah adalah anak-anak lacur yang kekal di neraka[2].
Mirza Muhammad Taqi, ulama Syi’ah, berkata, Selain orang Syi’ah akan masuk neraka selama-lamanya. Meskipun semua malaikat, semua nabi, semua syuhada dan semua shiddiq menolongnya, tetap tidak bisa keluar dari neraka[3].
Al-Kulaini menambahkan, “Bermaksiat kepada Ali adalah kufur, dan mempercayai orang lebih utama dan berhak dari beliau dalam imamah –kepemimpinan- adalah Syirik.[4]”
Muhaddits Syi’ah, Al-Majlisi, menukil ijma’ Syi’ah atas kekafiran umat Islam, “Kelompok Imamiyah bersepakat bahwa sungguh orang yang mengingkari imamah salah satu dari imam kami dan menolak kewajiban dari Allah untuk mentaatinya adalah kafir, pasti kekal dalam neraka.[5]”
Khumaini, berkata, “Dasar kenajisan mereka –umat Islam- adalah banyak diantaranya; riwayat-riwayat yang banyak yang menunjukkan kekafiran mereka.[6]”
Dari dogma takfiriy ekstrim ini, Syi’ah menghalalkan darah dan harta umat Islam. Yusuf al-Bahrani, pakar hadits Syi’ah kontemporer mengakui hal ini. Ia berkata, “Dan pendapat inilah yang benar, yang betul-betul sesuai dengan riwayat-riwayat yang banyak tentang kekafiran mukhalif –orang yang berbeda dengan Syi’ah-, kekurang ajaran, dan kesyirikan mereka, serta kehalalan darah maupun harta mereka. Sebagaimana yang telah kami paparkan dalam beberapa riwayat sebelumnya.”[7]
Hasungan Para Imam Untuk Membunuh Umat Islam
Ada sebab lain yang tidak kalah berpengaruhnya bagi kejiwaan orang Syi’ah. Yaitu anjuran para imam untuk membunuh ahlu Sunnah, yaitu umat Islam selain Syi’ah.
Abu Abdillah, salah seorang imam Syi’ah, pernah mengatakan, “Ambillah harta para nashib –ahlu sunnah- dimanapun kalian mendapatinya, dan bayarkan kepada kami seperlima-nya.” (Jami’ul Ahadits Syi’ah, 8/532)
Sangat mungkin jika kesulitan mendapatkan harta umat Islam dengan jalan mencuri, tidak segan-segannya mereka merampok atau membunuh muslimin tadi. Toh, dalam keyakinan mereka, darah umat Islam halal.
Hal ini juga dianjurkan dalam hadits Syi’ah yang diriwayatkan oleh Husain al-Bahrani, dalam kitabnya, alMahasin an-Nafsaniyah (hal. 166). Ia meriwayatkan dari salah seorang imam Syi’ah, bahwa imam itu berkata, “Sebenarnya kami para imam hendak memerintahkan kalian untuk membunuh mereka –umat Islam.  Namun kami mengkhawatirkan kalian, kami khawatir salah seorang dari kalian terbunuh disebabkan membunuh mereka. Karena satu nyawa kalian, sungguh lebih berharga daripada seribu nyawa mereka.”
Jadi yang menghalangi mereka untuk tidak membunuh umat Islam adalah kekhawatiran perlawanan dari umat Islam, sehingga ada korban dari pihak Syi’ah. Maknanya, jika tidak mengkhawatirkan hal itu, maka Syi’ah akan membunuh umat Islam kapanpun dan dimana pun, apalagi dengan iming-imingan pahala dan rampasan harta yang halal.
Selain tiga alasan di atas, pertentangan akidah dan fikih juga menjadi sebab utama kebencian Syi’ah terhadap umat Islam. Umat Islam-lah yang menjadi penghalang utama praktek syirik, bid’ah dan perzinahan yang dihasung Syi’ah. Sebagaimana dipahami dalam buku-buku mereka, kesyirikan, kebid’ahan dan perzinahan merupakan komoditi utama ajaran Syi’ah.
Oleh karena itu, sebagian pemuda Syi’ah yang ikut berjihad di Suriah, didoktrin membunuh dan memerangi ahlu sunnah di Suriah, dan dimana pun tentunya, adalah suatu jihad yang berpahala. Matinya pun mati syahid. Sebab, mereka adalah musuh para imam Syi’ah, penghalang utama tegaknya Syi’ar para imam Syi’ah.
Hal ini diakui oleh para algojo Syi’ah yang menyiksa tawanan muslim di Suriah. Kisah ini, banyak penulis dengar selama bertugas di Suriah. Terutama dari mantan tahanan yang berhasil lolos dari penjara-penjara kejam rezim Syi’ah Nushairiyah. Syubhat dan syahwat telah berpadu dalam jiwa penganut Syi’ah.* (Akrom Syahid)
[1] Biharul Anwar, 4/41
[2] Ar-Raudhoh minal Al-kaafi, 8/227
[3] Shahifatul Abrar, 342
[4]  Al-Kaafi, 1/232
[5]  Biharul Anwar, 8/366
[6]  Kitab ath-Thaharah, 3/326
[7] Al-Hada’iq An-Nadziroh, 5/175

Sumber : Majalah Islam An-Najah


emilia renita istri jalalAntiLiberalNews – Emilia Renita, istri muda dedengkot takfiri Syiah Indonesia Jalaluddin Rakhmat (kang Jalal), kembali membuat pernyataan yang menyesatkan berkaitan dengan Asyura.
“Aya-aya wae!! Masa 10 Muharram yang bikin Nabi Saw berduka dijadikan hari berkah sampai harus berpuasa segala? Keterlaluan ah, bikin hadis palsunya..” tulis Emilia dalam akun BBM-nya seperti dilansir situs LPPI Makassar pada Senin (3/11).
Menuduh orang yang berpuasa pada hari itu sebagai ekspresi gembira atas meninggalnya cucu Rasulullah SAW, Husein RA, sungguh tuduhan tak berdasar. Dalam persepsi subyektif Emilia, kaum Muslimin berbuat tega dengan puasa pada hari itu hanya untuk mengungkapkan kesyukuran atas meninggalnya Husein RA. Berarti sungguh amat buruklah akhlak umat Islam terhadap keluarga Nabi SAW tercinta, jika memang begitu maksudnya.
Padahal Nabi SAW telah merutinkan puasa Asyura ini puluhan tahun sebelum Imam Husein RA gugur di Karbala. Rasulullah SAW melaksanakan puasa ini sebagai ekspresi kesyukuran kepada Allah SWT atas diselamatkannya Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya, dan itu terjadi pada tanggal 10 Muharram.
Namun, jika diteliti kembali ke naskah kitab pendeta-pendeta takfiri Syiah sendiri, kita dapati bahwa mereka pun memerintahkan untuk puasa pada hari itu, bukan meratap dengan memukul-mukul badan, data itu bisa kita lihat di bawah ini :
dalil puasa Asyuro dalam kitab Syiah
Dari Abu Abdillah RA, dari bapaknya, bahwa Ali RA berkata, “Berpuasalah kalian pada hari Asyura, yaitu pada tanggal sembilan dan sepuluh, karena itu akan menghapuskan dosa setahun.”
Dari Abul Hasan RA ia berkata, “Rasulullah SAW berpuasa bersama Ahlul Baitnya pada hari Asyura.”
Dari Ja’far RA, dari ayahnya RA, ia berkata, “Berpuasa pada hari Asyura adalah penghapus dosa setahun.” (Ath-Thusi, Al-Istibshar, Bab 78, Shaumu Yaumi Asyura)
Berikut ini riwayat-riwayat yang lain yang sangat banyak terdapat dalam kitab-kitab takfiri Syiah sendiri, yang sungguh keterlaluan dan mengada-ada jika pendeta takfiri Syiah ini pun dituduh menulis hadits palsu.
عن أبي الحسن عليه السلام أنه قال: {{صام رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يوم عاشوراء}} [تهذيب الأحكام (4/29) الاستبصار (2/134)، الوافي (7/13)، وسائل الشيعة (7/337)، جامع أحاديث الشيعة (9/475)، الحدائق الناضرة (13/370-371)، صيام عاشوراء (ص 112)].
عن جعفر عن أبيه عليهما السلام أنه قال: [[صيام يوم عاشوراء كفارة سنة]] [ تهذيب الأحكام (4/300)، الاستبصار (2/134)، جامع أحاديث الشيعة (9/475)، الحدائق الناضرة (13/371)، صيام عاشوراء (ص 112)، الوافي (7/13)، وسائل الشيعة (7/337)].
وعن الصادق رحمه الله قال: [[من أمكنه صوم المحرم فإنه يعصم صاحبه من كل سيئة]] [وسائل الشيعة (7/347)، الحدائق الناضرة (13/377)، جامع أحاديث الشيعة (9/474)].
وعن النبي صلى الله عليه وآله وسلم قال: {إن أفضل الصلاة بعد الصلاة الفريضة الصلاة في جوف الليل، وإن أفضل الصيام من بعد شهر رمضان صوم شهر الله الذي يدعونه المحرم}[نفس المصادر السابقة]فهذه أقوال الأئمة قد استفاضت بها مصادر الشيعة الضخام.. هذا الإسناد وهؤلاء الرجال، وهذه الكتب وهذه الأقوال، فأي عاقل يقول: إن صوم عاشوراء بدعة وهراء؟
فهو سنَّة في كل سَنَة: (( لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ )) [الأحزاب:21].
عن علي عليه السلام قال: {{صوموا يوم عاشوراء التاسع والعاشر احتياطاً، فإنه كفارة السنة التي قبله، وإن لم يعلم به أحدكم حتى يأكل فليتم صومه}} [مستدرك الوسائل (1/594)، جامع أحاديث الشيعة (9/475
وعن ابن عباس رضي الله عنهما قال: {{إذا رأيت هلال المحرم فاعدد، فإذا أصبحت من تاسعه فأصبح صائماً قلت ( أي الراوي ):كذلك كان يصوم محمد صلى الله عليه وآله؟ قال: نعم}} [إقبال الأعمال (ص 554)، وسائل الشيعة (7/347)، مستدرك الوسائل (1/594)، جامع أحاديث الشيعة (9/475
Daftar kitab takfiri Syiah yang meriwayatkan hadis ini, Al-Istibshar, Tahdzib Al-Ahkam, Al-Wafi, Wasa’il Al-Syiah, Al-Hada’iq Al-Nadhirah, Mustadrak Al-Wasa’il dan yang lainnya.
Bahkan pendeta mereka yang sangat terkenal, Al-Khu’i men-shahihkan riwayat-riwayat tentang disunnahkannya puasa Asyura, silakan lihat kitabnya di bawah ini :
dalil puasa Asyuro dalam kitab Syiah2
Artinya, adapun riwayat-riwayat yang berkaitan dengan perintah dan anjuran puasa pada hari ini adalah banyak, seperti Shahihatul Qidah, “Puasa pada hari Asyura merupakan penggugur dosa setahun.”
Red : Wijat

SYI’AH LO KOG GITU SIH (Part 2)

syiah zinaOleh : Abu Kepo Al Tenabangy
AntiLiberalNews – Ngga bisa dipungkiri emang kalo syi’ah identik ama yg namanya zina mut’ah atau biasa kita kenal dengan kawin kontrak (kalah kos kosan men). Bagi mereka kaum syi’ah selain gak percaya ama ke khalifahan abu bakar, umar bin khattab, dan utsman bin affan radhiyallahu anhum, mut’ah itu bagi mereka (read kaum syi’ah) ngga kalah pentingnya. Karna bagi syi’ah mut’ah itu seperti cindera mata, perhiasan atau kasarnya bonus yg ngga cuma menjanjikan kenikmatan dunia namun juga pahala yg luar biasa (sakit jiwa syi’ah men). Dan itu semua ada di kitab2 kera sakti *eh maaf maksudnya kitab2 ajaran syi’ah (sadis gak lo).

Padahal para sahabat Rasulullah shallallahu alahi wa sallam udah mengharamkan yg mamanya zina mut’ah tapi emang dasar syi’ah otaknya miring jadi tetep aja begitu.
Nah makanya itu buat menghindari dalil dan realita keharaman mut’ah mereka kaum syi’ah berlepas diri dari sahabat2 rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dan kawin kontrak itu diyakinin kaum syi’ah sebagai dasar yg paling penting dalam ajaran syi’ah.
Bagi syi’ah zaman sekarang yg mirip anak alay *eh keceplosan hehe, mut’ah itu para nenek moyang mereka (kesian yah nenek moyang nya tukang zina ya salam *tepok jidat) nah jadinya mereka tetap menjaga dan mengamalkan yg namanya zina mut’ah seperti yg dikerjain ama ulama2 bahlul syi’ah yg terdahulu (pastinya alay juga) hahaha.
Nah bagi syi’ah kalo ngga mut’ah berarti ngga beramal sesuai agamanya (udah dipastikan ini aliran kaga beres yekan). Nah dimata syi’ah orang2 yg bilang mut’ah itu kaga bener maka katanya orang itu menyalahkan agama dan nenek moyang mereka (nenek moyang mu seorang penzina la la la la *nyanyi) dan bahkan kalo ada yg bilang mut’ah itu haram bagi syi’ah mereka adalah orang kafir, inilah salah satu penyebab kenapa syi’ah mengkafirkan para sahabat rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Malahan kaum syi’ah itu bilang kalo anak hasil mut’ah tanpa bapak yg jelas sekalipun lebih baik daripada anak hasil nikah syar’i yg telah kita tahu benarnya dalam ajaran islam *keram otak*. Alasan mereka simple men, mereka bilang karna mut’ah itu adalah pemahaman orang2 yg bertauhid *nelen meja*.
Dan yg lebih kocak lagi kata syi’ah siapapun yg lakuin kawin kontrak maka bakal dapat dua pahala: katanya pahalanya sebanding dgn pahala sedekah, dan pahala seperti orang pergi haji ketanah suci (fix maghrum syi’ah men).
Syi’ah emang keram otak men mereka banyak membuat hadits palsu bin KW bin boongan, katanya dalam hadits palsu mereka kaum syi’ah kalo gak muat Allah bakal murka, kata syi’ah kalo gak mut’ah katanya entar kaga punya hidung dihari kiamat, terus jg syi’ah bilang Allah bakal ciptain 70 malaikat buat orang2 yg udah mut’ah, terus katanya tubuh orang2 yg mut’ah 3kali selamat dari api neraka dan masih banyak lagi lelucon2 syi’ah yg gak lucu seperti itu men.
Emang bener sih Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menghalkan mut’ah tapi cuma dua kali doang yaitu pas sebelum perang khaibar dan di awal fathu makkah, tapi pada fathu makkah juga Rasulullah shallallhu alaihi wa sallam langsung mengHARAMkannya. Bahkan ali bin abi thalib yg dari kalangan ahlul bait termasuk yg meriwayatkan pengharaman mut’ah dalam riwayat Muslim dan Bukhari.
Wallahu a’lam bishawab..


Syiah AlayOleh : Abu Kepo Al Tenabangy
Bener gak sih syi’ah pendukung ahlul bait ??
AntiLiberalNews – Pengklaiman ahlul bait kpd syi’ah seriusan kaga bener gan, ahlul bait itu steril anti plangton akidah maupun fikih syi’ah.
Mana ada coba ahlul bait ektrimisme gitu yekan, apalagi ampe kultus individu yg didoktrin ama si abdullah bin saba’, dan para pengikutnya secara underground dari pas zaman sayyidina ali radhiyallahu anhu.
Nah pas para khalifah udah pada gak ada baru deh tuh saba’i pens klep (read: pengikut abdullah bin saba’) udah leluasa banget doi pada mengarang bebas kaya zaman kite sekolah pelajaran bahasa indonesia, ngarang2 deh tuh riwayat palsu yg dialamatin kpd nabi Muhammad shallahu alaihi wa sallam, abi bin abi thalib radhiyallahu anhu, dan para ahlul bait terutama ja’far ash shadiq.
Pokoknya kita jangan gampang di boongin deh ama kaum syi’ah yg sukanya propagandain dan konspirasiin dgn menyebut golongan mereka adalah mahzhab ahlul bait, jamaah ahlul bait, mahzhab ja’fari de el el.
Jadi kalo ente ente baca buku nemuin ucapan kek, tulisan kek yg ditujukan kpd nabi muhammad shallahu alaihi wa sallam, ali bin abi thalib radhiyallahu anhu, atau ja’far ash shadiq dari mulut atau tangan kaum syi’ah itu fix bokis abis gan, karena itu semua cuma rekayasa atau sandiwara syi’ah yg sedang berlaga seperti kaya lagi main telenovela, sinetron dan FTV. Jelas semua itu cuma rekayasa mereka syi’ah laknatullah aja gan.
Wallahu a’alam bishawab..


emilia renita istri jalalAntiLiberalNews – Tak henti-hentinya istri dedengkot takfiri Syiah Jalaluddin Rakhmat, Emilia Renita, mengeluarkan fatwa “edan”. Kini, ia kembali melontarkan pernyataan sesat menyesatkan dengan menyebut bahwa salah satu ajaran takfiri Syiah berupa nikah mut’ah memiliki keutamaan berupa menjaga kesucian wanita.
“Nikah mut’ah adalah solusi buat para wanita menjaga iffahnya,” kata Renita dalam debat dengan Ustadz Muhammad Abdurrahman Al-Amiry seperti dilansir Fimadani pada Selasa (4/11).
“Aya-aya wae!! Masa 10 Muharram yang bikin Nabi Saw berduka dijadikan hari berkah sampai harus berpuasa segala? Keterlaluan ah, bikin hadis palsunya..” tulis Emilia dalam akun BBM-nya seperti dilansir situs LPPI Makassar pada Senin (3/11).

Pelajar Peserta Acara Sesat Asyura Yakini Husein RA Adalah Nabi

pelajar takfiri syiah peserta acara sesat asyuraAntiLiberalNews | Al-Hikmah – Ada cerita yang menggemparkan dari salah satu perayaan sesat Asyura kaum takfiri Syiah tahun ini, yang diselenggarakan di Mall Lucky Square di Jalan Terusan Jakarta Kota Bandung.
Saat para peserta mulai meninggalkan tempat setelah acara sesat tersebut berhasil dibubarkan gabungan ormas Islam, beberapa dari mereka pun didekati oleh beberapa ormas yang sudah menunggu kedatangan mereka. Satu persatu ditanya mengenai kegiatan yang sudah mereka lakukan di lantai lima itu. Ada beberapa yang menjawab jujur, ada yang ogah-ogahan memberikan informasi.
Dari sekian banyak peserta yang turun, ada tiga anak yang sedang ditanya soal pandangan mereka terhadap para sahabat hingga cucu Nabi SAW, Hasan RA dan Husein RA. Namun alangkah terkejutnya ketika anak-anak kecil itu menganggap bila Husein RA adalah seorang Nabi.
“Ya, Nabi Husein, kenapa gitu?” tanya anak itu dengan raut polos namun tatapannya terlihat kosong.
Dari waktu ke waktu semakin banyak peserta yang turun dan beranjak pulang. Merasa tertohok dengan satu anak yang menganggap Husein RA sebagai Nabi, ormas pun gencar bertanya ke peserta yang lain. Banyak peserta yang berhasil ditanya, menjawab merasa tercerahkan dengan orasi dan retorika dari dedengkot takfiri Syiah Indonesia Jalaludin Rakhmat. Namun sekali lagi, terlihat hanya ada tatapan kosong saat mengatakan itu.
Walaupun tidak semua seragam mengatakan bahwa Husein RA sebagai Nabi, namun jawaban-jawabannya itu baik implisit maupun eksplisit mengarah pada pengkultusan Husein RA sebagai seorang Nabi. Di balik obrolan, ada seorang bapak dari ormas Islam yang menyaksikan jawaban-jawaban pelajar-pelajar itu. Mulutnya tercekat, namun matanya basah oleh jerit kesedihan.
Melihat semakin banyak peserta yang turun. Maka semua anggota ormas Islam pun diamankan dengan dijauhkan dari peserta yang akan pulang. Beberapa peserta yang memarkirkan kendaraan di area demonstran pun dibantu dengan mengambilkan kendaraannya oleh security mall tersebut. Sementara yang lainnya diangkut sekurangnya lima dalmas dan empat bus primajasa. (pipin nurullah/mr/alhikmah.co)
Red : Wijat

Balikpapan Terusik, Aparat Akui Imigran Gelap Teriak “Ya Husein, Ya Husein”

Imigran Syiah Balikpapan 1AntiLiberalNews – Belakangan ini, kedamaian ‘Kota Minyak’ Balikpapan sedikit terusik sejak diberitakan miring, khususnya terkait ulah imigran gelap asal Afghanistan.
Sebagaimana diketahui, seminggu ini ramai diperbincangkan di jejaring sosial terkait ratusan imigran gelap asal Afganistan yang masuk ke Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kedatangan pencari suaka asal Afghanistan ini rupanya menarik pehatian seorang pria yang kebetulan aparat keamanan setempat. Sebut saja Ahmad (30), awalnya mengetahui pemberitaan adanya pencari suaka di Balikpapan.
“Awalnya saya mengetahui berita di media kedatangan mereka dengan pesawat LION di kota ini. Nah, sejak itu saya penasaran untu memantau gerak-geriknya, “ demikian ujar Ahmad pada hidayatullah.com, Jumat (05/12/2014).
Ahmad merasa tertarik karena berdasarkan yang pernah ia baca, para imigran gelap ini tak punya paspor dan hanya berpegang sertifikat dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Asylum Seeker, di antara isinya mereka tak boleh mendekati akses ke bandara dan fasilitas dengan keamanan khusus lainnya, bahkan harus mendapat pengawalan petugas imigrasi.
“Kehadiran mereka bisa sampai ke sini ini pasti ada sesuatu,” ujarnya keheranan.
Dengan menggunakan alat kamera, ia bersama seorang temannya bergantian memantau para pencari suaka.
Imigran Syiah Balikpapan 2Rata-rata usia produktif antara 20-30 tahun
Berdasarkan pengamatan, Ahmad mendapat empat kesimpulan agak mencurigakan.
“Pertama, mereka mengaku pelarian dan penindasan pemerintahan namun anehnya tidak ada satupun dari mereka membawa identitas dari negara mereka. Kedua, yang lebih anehnya lagi kedatangan mereka yang mengaku pencari suaka, namun tidak ada satupun yang membawa keluarganya (tidak ada wanita, anak-anak ataupun orangtua. Semuanya usia produktif, rata-rata pemuda antara umur 23-30. Ketiga, dalam perayaan Asyuro mereka ramai-ramai memperingati dengan meneriakkan “Ya Husein, Ya Husein,” ujarnya.
Selain tiga hal itu, Ahmad menemukan kecurigaan lain bahwa di antara mereka ada yang rajin berlatih bela-diri.
“Siapa mereka ini? Apa tujuannya?” demikian ujar Ahmad dengan penuh penasaran.
Yang tak kalah mencurigakan menurutnya, mengapa mereka yang seharusnya mendapat pengawasan ketat justru bisa lari dan naik pesawat?


HBB salim bn jindanAntiLiberalNews – Habib Salim bin Ahmad bin Husain bin Sholeh bin Abdullah bin ‘Umar bin ‘Abdullah (bin Jindan) bin Syaikhan bin Syaikh Abu Bakar bin Salim adalah seorang ulama dan habib besar yang dilahirkan di Surabaya pada 18 Rajab 1324. Memulakan pengajiannya di Madrasah al-Khairiyyah, Surabaya sebelum melanjutkan pelajarannya ke Makkah, Tarim dan Timur Tengah. Berguru denganbanyak ulama. Seorang ahli hadits yang menghafal 70.000 hadits (ada yang mengatakan ratusan ribu hadits).
Beliau juga seorang ahli sejarah yang hebat, sehingga diceritakan pernah beliau menulis surat dengan Ratu Belanda berisikan silsilah raja-raja Belanda dengan tepat. Hal ini amat mengkagumkan Ratu Belanda, lantas surat beliau diberi jawaban dan diberi pujian dan penghargaan, sebab tak disangka oleh Ratu Belanda, seorang ulama Indonesia yang mengetahui silsilahnya dengan tepat. Tetapi tanda penghargaan Ratu Belanda tersebut telah dibuang oleh Habib Salim karena beliau tidak memerlukan penghargaan.
Pada buku Ar Ra’ah Al Ghamidhah fi Naqdhi Kalaamir Raafidhah, Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, mufti Indonesia pada masanya, secara gamblang menerangkan bahwa beliau dan termasuk seluruh datuk-datuknya secara estafet hingga Sayidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, sangatlah menghormati dan membela kehormatan para Shahabat Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena beliau dan datuk-datuknya adalah menganut mazhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Dalam kitab tersebut disebutkan, “Siapakah kaum Rafidhah itu? Mereka adalah orang orang yang mengklaim bahwa diri mereka mencintai keluarga Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, Pada hal kenyataannya tidaklah demikian. Mereka menganggap diri mereka mengikuti jalan pembesar keluarga Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam seperti Imam Hasan dan Imam Husain, ayah mereka Imam Ali, Ali bin Al Husain, dan Zaid bin ‘Ali Radhiyallahu ‘Anhu.
Sementara mereka tidak mengakui keberadaan orang-orang seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Muawiyah, ‘Amr bin Al ‘Ash, sehingga mereka mencaci makinya.”
Habib Salim sangat tegas dalam melawan kaum Syi’ah Rafidhah yang salah satu ciri khas mereka adalah mencela, mendiskreditkan, melaknat hingga mengkafirkan para Shahabat Nabi, karena hal itu sangat bertentangan aqidah dan keyakinan yang beliau anut.
Sebagai bukti ketegasan Habib Salim dlm membeberkan kesesatan Syiah kaum pencaci maki para Shahabat Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, adalah cara beliau menukil hadits serta pendapat para ulama. Ternyata Habib Salim memilih hadits-hadits spesial yang secara terang-terangan berlawanan dengan aqidah Syiah, antara lain yang tertera pada halaman 5 dan 6 buku Ar Ra’ah Al Ghamidhah fi Naqdhi Kalaamir Raafidhah karangan beliau, yaitu pada sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
“Barang siapa mencaci maki sahabat-sahabatku,maka cambuklah dia!”
Habib Salim mengomentari hadits ini dengan mengatakan, “Kaum Rafidhah atau Syiah tidak pernah berhenti mencela Shahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Tidak hentinya mereka mencaci maki, bahkan selalu mereka sebut (cacian itu) dalam berbagai pertemuan, di madrasah, bahkan di kampus, baik secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Mereka memang sebagian orang yang telah sesat dan dicelakakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah memerangi mereka.”
Habib Salim juga menukil pendapat Syaikh Ibnu Hajar dalam kitab Ash Shawaiq yang mengkatakan, “Tidak boleh shalat di belakang kaum Rafidlah atau aktivis Syiah yang mengingkari kekhalifahan Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu.”
Habib Salim juga menukil tambahan lafadz hadits di atas dalam riwayat Imam Ath Thabarani dalam Mu’jam-nya dari `Uwaimir Radhiyalallahu ‘Anh yang mengatakan: “Maka barang siapa mencaci-maki mereka (para Shahabat), baginya kutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala, malaikat dan segenap insan. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menerima ibadah wajib dan sunnahnya.
Kata Habib Salim: “Meskipun kaum Rafidhah dan Syiah menganggap diri mereka sebagai kaum Muslimin yang menunaikan shalat dan puasa, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menerima semua ibadah mereka, sebagaimana dinashkan dalam konteks lahiriah hadits di atas. Tidaklah bermanfaat shalat seseorang yang mencela salah satu seorang Shahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bahkan dia mendapatkan kutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah firman yang artinya, ”Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan akhirat.” (QS. 33/57)
Habib Salim menandaskan, barang siapa menyakiti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan mencela Shahabat atau keluarganya,maka dia adalah orang yang terkutuk berdasarkan ayat di atas. Para ulama bersepakat akan terkutuknya pencaci maki para sahabat, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhu oleh Imam Tirmidzi dan Al Khatib bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Jika kalian melihat orang-orang yang mencaci maki sahabat-sahabatku, maka katakanlah: Kutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kejahatan kalian.”
Dalam merespon hadits ini, Habib Salim sangat tajam menyikapi kebiasaan kaum Syiah yang mencaci maki para Shahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, termasuk yang kini marak diusung oleh para alumni Qum Iran beserta antek-antek mereka seraya beliau mengatakan, “Ini merupakan prinsip yang tidak disangsikan lagi, karena sesungguhnya sejelek-jelek umat ini adalah mereka yang mencaci maki para Shahabat Nabi mereka.Mencaci maki dan mencela para Shahabat Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan perilaku kaum Rafidhah dan Syiah.”
Orang Ahli Sunnah menamakan mereka sebagai Yahudi-nya umat ini. Bahkan kaum Yahudi lebih baik dari mereka, karena jika kita bertanya kepada seorang tokoh Yahudi tentang Shahabat Nabi Musa Alaihis Salam, pasti akan berkata, “Merekalah orang-orang pilihan kami dan orang-orang yang kami kasihi!”
Begitupun jika kita bertanya kepada kaum Nashrani tentang kaum Hawary Nabi Isa Alaihis Salam, pastilah akan menjawab, ”Merekalah Rasulullah kami dan orang-orang pilihan kami.”
Namun, jika kita bertanya kepada orang Rafidhah atau Syiah tentang Shahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, niscaya akan menjawab, ”Sesungguhnya mereka itu sejelek-jelek kami dan orang-orang zhalim kami.”
Berhubung dengan bid`ah ratapan pada hari ‘Asyura, Habib Salim menulis, antaranya:-
Dan di antara seburuk-buruk adat mereka daripada bid`ah adalah kelompok Rawaafidh (Syiah) meratap dan menangis setiap tahun pada 10 Muharram hari terbunuhnya Al Husain. Maka ini adalah satu maksiat dari dosa-dosa besar yang mewajibkan adzab bagi pelakunya dan tidak sewajarnya bagi orang yang berakal untuk meratap seperti anjing melolong dan menggerak-gerakkan badannya.
Rasulullah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam telah melarang dari perbuatan demikian (yakni meratap) dan Rasulullah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam telah melaknat orang yang meratap. Dan di antara perkara awal yang diminta oleh Rasulullah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam daripada wanita-wanita yang berbai’at adalah supaya mereka meninggalkan perbuatan meratap terhadap si mati, di mana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Dan janganlah kalian merobek pakaian, mencabut-cabut rambut dan menyeru-nyeru dengan kecelakaan dan kehancuran.”
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan satu hadits dari Sayyidina Ibnu Mas`ud Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Bukanlah dari kalangan kami orang yang memukul dada, mengoyak kain dan menyeru dengan seruan jahiliyyah (yakni meratap seperti ratapan kaum jahiliyyah).” Maka semua ini adalah perbuatan haram dan pelakunya keluar daripada umat Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana dinyatakan dalam hadits tadi.
Telah berkata Asy Syarif An Nashir li Ahlis Sunnah wal Jama`ah ‘Abdur Rahman bin Muhammad Al Masyhur Al Hadhrami dalam fatwanya: “Perbuatan menyeru `Ya Husain’ sebagaimana dilakukan di daerah India dan Jawa yang dilakukan pada hari ‘Asyura, sebelum atau selepasnya, adalah bid`ah mazmumah yang sangat-sangat haram dan pelaku-pelakunya dihukumkan fasik dan sesat yang menyerupai kaum Rawaafidh (Syiah) yang dilaknat oleh Allah. Bahwasanya Rasulullah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesiapa yang menyerupai sesuatu kaum, maka dia daripada kalangan mereka dan akan dihimpun bersama mereka pada hari kiamat.”
Habib Salim bin Ahmad bin Jindan menutup kitabnya dengan melantunkan doa: “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membinasakan kaum Rafidhah atau Syiah.
Rep: Ali Imran
Red: Randy
syiah jijik
AntiLiberalNews – Setidaknya, ada empat taktik licik paham sesat syi’ah menyerang umat Islam Indonesia. Pertama, melalui penetrasi budaya seperti Tabot atau Tabuik. Kedua, melalui penetrasi nikah mut’ah. Ketiga, penetrasi intelektual antara lain melalui lulusan Universitas Qom, Iran. Keempat, melalui penyelundupan narkoba.

Penetrasi Budaya
Tabot di Bengkulu atau Tabuik di Pariaman (Sumatera Barat) lebih dikenal sebagai festival budaya lokal ketimbang sebagai ritus penghormatan atas wafatnya Husen ra di Karbala. Pada mulanya, Tabot atau Tabuik memang dijadikan media dasar untuk menyelundupkan paham sesat syi’ah yang dibawa oleh para serdadu bayaran asal India Selatan (Madras dan Bengali) yang berpaham syi’ah. Para serdadu bayaran ini, disebut sepoy atau sipahi atau sipai, yang tugas utamanya adalah melayani kepentingan bangsa Eropa (termasuk Inggris) dalam menjalankan misi kolonialisasi bangsa-bangsa lain termasuk Indonesia.
Pada tahun 1718, serdadu bayaran berpaham syi’ah ini dibawa kolonialis Inggris ke Bengkulu dengan tujuan membangun Benteng Marlborough atau Fort Marlborough. Tidak hanya serdadu bayaran dari India Selatan yang dibawa, tetapi juga sejumlah pekerja asal India Selatan yang dipekerjakan untuk mempercepat proses pembuatan Benteng Marlborough. Dan benteng ini merupakan basis serdadu bayaran (sipai) berpaham syi’ah, yang bekerja untuk mengamankan kolonialis Inggris dalam mengeruk kekayaan alam bangsa Indonesia, terutama lada.
Tradisi Tabot di Bengkulu demikian mulus disosialisasikan para serdadu bayaran karena sejak 23 tahun sebelumnya, Tabot sudah mulai dikenalkan oleh Syekh Burhanuddin alias Imam Senggolo pada tahun 1685. Pada tahun yang sama (1685), kolonialis Inggris membangun kota Bencoolen yang kelak menjadi ibukota Provinsi Bengkulu. Kota Bencoolen kini dalam lidah kita menjadi Bengkulu.
Anak keturunan Syekh Burhanuddin alias Imam Senggolo yang menikah dengan gadis Bengkulu, ditambah para keturunan serdadu bayaran yang menikah dengan perempuan lokal, begitu juga dengan para pekerja yang didatangkan dari India Selatan untuk membangun Benteng Marlbrough, kemudian membentuk komunitas khas yang diberi nama Sipai.
Khusus keturunan Syekh Burhanuddin alias Imam Senggolo, masyarakat juga mengenal mereka dengan sebutan khusus yaitu Keluarga Tabot. Tradisi berbasis paham sesat syi’ah ini kemudian masuk ke Pariaman pada tahun 1831, juga dibawa oleh serdadu bayaran asal India yang bekerja untuk kolonialis Inggris.
Kawin Kontrak
Menurut sebuah sumber, wabah kawin kontrak alias nikah mut’ah khas syi’ah sudah mulai merebak awal 1980, atau tak berapa lama pasca Revoulsi Syi’ah yang terjadi di Iran pada Januari 1978-Desember 1979.
Lokasi penyebaran kawin kontrak alias nikah mut’ah ini konon bermula dari kawasan Desa Tugu, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, yang lebih populer dengan sebutan kawasan Puncak. Di kawasan ini ada sebuah pemukiman yang dinamakan Sampai, yang menjadi sentra pemasok wanita-wanita praktisi nikah mut’ah.
Praktik nikah mut’ah alias kawin kontrak ini, lebih sering terjadi antara warga lokal dengan pria berwajah timur tengah. Karena kawasan Puncak ini merupakan tujuan wisata, tidak hanya bagi turis lokal dari Jakarta, maka tradisi nikah mut’ah khas syi’ah yang dipraktekkan warga Sampai menjadi berbaur dengan praktik prostitusi yang dilakoni wanita-wanita dari daerah luar Sampai, bahkan ada yang dari Jakarta.
Nikah mut’ah alias kawin kontrak dan prostitusi memang ibarat saudara kembar. Mereka sukar dibedakan. Yang pasti, dalam perspektif syari’ah Islam, keduanya tergolong zina, jelas haram.
Moda (jenis, mode) kawin kontrak khas syi’ah ini kemudian juga berkembang ke kawasan Jawa Tengah, khususnya di Jepara, pusat industri mebel. Pelakunya, wanita lokal dengan pria bertampang bule. Motifnya, selain kesenangan juga untuk memuluskan bisnis. Pria bule warga negara asing tidak mendapat izin membeli sebidang tanah atau mendirikan usaha. Maka, dengan menikahi wanita lokal, pria bule ini selain bisa mendapatkan kepuasan juga bisa membeli sebidang tanah dan mendirikan perusahaan yang diatasnamakan wanita yang dinikahinya secara temporer.
Begitulah dampak kawin kontrak khas syi’ah, wanita-wanita kita dijadikan objek seks, dijadikan boneka untuk menguasai sebidang tanah, mendirikan sebuah perusahaan. Wanita-wanita kita direndahkan martabatnya. Sekaligus, mempermainkan Islam. Karena, para pria bule itu bersyahadat sekedar untuk memenuhi syarat agar bisa menjalani kawin kontrak, demi bisnis dan syahwat.
Penetrasi Intelektual
Penetrasi budaya paham sesat syi’ah melalui tabot atau tabuik, hanyalah salah satu cara saja di dalam menginjeksi racun akidah syi’ah ke dalam tubuh umat Islam Indonesia. Ada sejumlah tradisi khas syi’ah yang dipraktekkah umat Islam Indonesia, khususnya oleh komunitas praktisi bid’ah, yang kini dipimpin oleh Said Agil Siradj, salah seorang pendukung syi’ah yang konsisten. Secara kultural, praktisi bid’ah dan syi’ah memang compatible (cocok). Contohnya adalah tradisi milad dan khaul yang sering dipraktekkan komunitas penggemar bid’ah ini.
Bila penetrasi budaya terbukti berjalan lamban, maka tampaknya mereka menganggap perlu ada penetrasi yang berjalan cepat. Yaitu dengan jalan mencetak kader-kader intelektual pro syi’ah. Pasca Revolusi Syi’ah, terutama sejak 1981, deras mengalir beasiswa dari Iran bagi pemuda Indonesia yang mau bersekolah di Qum, Iran. Lulusan Qum ini kemudian mengembangkan syi’ah ke kampus-kampus dengan kedok Islamic Cultural Center (ICC).
Sebelumnya, kita hanya bisa menemukan segelintir nama populer, intelektual pro syi’ah. Misalnya, Umar Shihab (salah satu Ketua MUI Pusat), Jalaluddin Rakhmat (tokoh IJABI), Zulfan Lindan (keluaran FISIP UNAS Jakarta, mantan politisi PDI-P yang kini aktif di Nasdem), Haidar Bagir (lulusan ITB, mantan wartawan Republika, kini pemilik Penerbit Mizan).
Melalui sosok Umar Shihab, pembelaan terhadap Syi’ah sedemikian telanjang dan vulgar. Bahkan, Umar Shihab yang merupakan kakak kandung Quraish Shihab ini, berani menempuh jalan dusta untuk membela syi’ah, sebagaimana bisa dibaca melalui berbagai pemberitaan media massa. Lebih parah lagi, MUI pusat belum berani tegas menerbitkan fatwa tentang kesesatan Syi’ah, antara lain akibat kegigihan Umar Shihab menentang terbitnya fatwa tersebut.
Dari fakta ini saja kita sudah mendapat bukti bahwa serangan syi’ah ke dalam institusi ulama sedemikian efektif. Sehingga, sekian banyak ulama yang ada di lembaga itu, meski mereka mengaku ahlus sunnah dan membela akidah umat, ternyata keok hanya oleh seorang syi’ah yang sudah gaek sekalipun.
Bila Umar Shihab menyerang dari dalam MUI, dan para intelektual muda lulusan Qum menyerang dari dalam kampus, maka Jalaluddin Rakhmat menyerang dari luar melalui IJABI. Salah satu bukti keberhasilan IJABI terwakili oleh sosok Tajul Muluk yang gigih-berani mempertahankan syi’ah di tengah-tengah masyarakat Islam di Sampang, sehingga terjadi ledakan kemarahan pada 29 Desember 2011.
Masih ada satu lagi intelektual syi’ah yaitu Haidar Bagir (lulusan ITB) yang menyerang dengan pena. Haidar Bagir pemilik dan pendiri Mizan –perusahaan penerbitan yang relatif lebih muda dari, katakanlah GIP (Gema Insani Press)– ternyata mampu tumbuh sedemikian cepat menjadi salah satu penerbit papan atas, yang kini juga merambah dunia perfilman.
Nama-nama di atas adalah tokoh syi’ah yang kiprahnya kelihatan, dan berani. Masih banyak intelektual misionaris syi’ah yang belum berhasil diidentifikasi umat Islam. Mereka adalah lulusan Qum, Iran. Menurut Prof. Dr. Mohammad Baharun, M.Ag penyebaran paham sesat syi’ah utamanya memang dibawa oleh orang-orang Indonesia alumni Universitas Qum, Iran. Sehingga, tipikal syi’ah yang bergerak di Indonesia sama dengan syi’ah di Iran yakni Syi’ah ‘Istna Asyariyah yang revolusioner.
Melalui Narkoba
Bersamaan dengan gigih-beraninya para misionaris syi’ah membela eksistensi mereka di Indonesia, bersamaan dengan tumbuh pesatnya lembaga-lembaga syi’ah di Indonesia, bersamaan dengan semakin banyaknya lulusan Qum yang berkiprah di kampus-kampus, sementara itu melalui pemberitaan kita peroleh fakta bahwa para penyelundup narkoba asal Iran merupakan pemain dominan di Indonesia.
Menurut Kombespol Anjan Pramuka Putra, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, peredaran narkoba di Jakarta saat ini didominasi jaringan narkoba dari Iran. Salah satu sebabnya, harga narkoba di Indonesia jauh lebih mahal dibanding di Iran, bisa mencapai sepuluh hingga duapuluh kali lipat. Bila satu kilogram harga narkoba di Iran (dalam rupiah) mencapai seratus juta, maka di Indonesia bisa bernilai satu atau dua milyar rupiah.
Penyelundup narkoba asal Iran, pada umumnya berperan sebagai kurir yang bekerja untuk warga negara Iran yang sudah lebih dulu mukim di Indonesia. Upah para kurir narkoba asal Iran ini relatif lebih murah bila dibandingkan dengan kurir asal Nigeria. Misalnya, bila kurir asal Nigeria dibayar US$ 5 ribu, maka untuk kurir narkoba warga negara Iran mendapat bayaran hanya US$ 2 ribu.
Selama ini kita beranggapan bahwa maraknya warga Nigeria yang jadi kurir narkoba karena terdesak oleh kemiskinan. Karena memang demikianlah faktanya. Ternyata masih ada lagi yang lebih miskin, yaitu warga negara Iran yang dibayar lebih murah dari kurir asal Nigeria.
Salah satu contoh, warga negara Iran yang tertangkap karena menyelundupkan narkoba di dalam tabung gas untuk menyelam, namanya Sarlakian. Narkoba yang berusaha diselundupkannya berbobot 9 kilogram dengan nilai taksiran sekitar Rp 18 milyar. Sarlakian mengakui bahwa ia melakoni kegiatan haram ini dalam rangka mengumpulkan uang untuk persiapan pensiun.
Di negaranya, Sarlakian bekerja sebagai perawat tabung gas untuk menyelam. Berarti ia punya pekerjaan tetap dan penghasilan tetap. Namun dirasakan tidak cukup untuk menjamin hari tuanya. Oleh karena itu, untuk menjamin hari tuanya, setelah pensiun nanti, Sarlakian nekat menjadi kurir narkoba yang upahnya lebih rendah dari kurir Nigeria.
Dari kasus Sarlakian ini saja kita sudah bisa mendapat gambaran tentang tingkat kesejahteraan warga Iran di negaranya sendiri. Bisa dimaknai, Republik Syi’ah Iran ini agak miskin, sehingga rakyatnya harus jadi kurir narkoba. Kalau Iran miskin, dana dari mana untuk membiayai gerakan syi’ah di Indonesia? Jangan-jangan dari bisnis narkoba yang dilakoni warga Iran di Indonesia, yang akhir-akhir ini begitu marak. Wallahu a’lam.
Sumber: Komite pembela Ahlul Bait dan Sahabat (Koepas.org)
Red: Randy