sobuniSELAMA hampir lebih dari seminggu salah satu ulama terkenal Suriah, Syaikh Prof. Dr. Muhammad Ali Ash Shabuni telah berada di Indonesia dalam rangkaian safari dakwah yang dilakukannya di sejumlah negara.
Ulama mujahid asal Suriah ini dalam kunjungannya ke Indonesia selain berdakwah juga membahas krisis yang terjadi di Suriah saat ini yang menurutnya merupakan pertempuran antara Mujahidin Islam dengan pemerintah Suriah yang Syiah Alawi dibantu Hizbullah Libanon dan Syiah 12 Imam Iran.
Dalam ceramahnya di masjid Al-Akbar Surabaya Jumat kemarin (28/12/2012) Syaikh Ali Ash Shabuni mengatakan dengan jelas kesesatan Syiah Rafidhah yang menurutnya bukan Islam.
“Mengutuk sahabat seperti kaum Rafidhah bukan akhlak Ahlussunnah. “Bagaimana mungkin seorang Muslim yang baik melaknat sahabat. Padahal para sahabat diridhai oleh Allah swt, dan Islam menyebar hingga saat ini berkat jasa sahabat. Justru merekalah (Rafidhah) yang terlaknat,” ujar Syaikh Ali Ash Shabuni.
“Mencela sahabat dan mengubah-ubah al-Qurah itu bukan Ahlussunnah wal Jamaah. Apa yg terjadi di Suriah, kaum Majusi Rafidhah yg mengutuk sahabat-sahabat Rasulullah saw membunuh anak-anak, wanita. Na’udzubillah. Mereka orang terkutuk. Tujuan mereka hanyalah memadamkan Islam dari bumi Suriah,” tegas Syaikh Ali Ash Shabuni kepada para jamaah di masjid Al-Akbar Surabaya Jumat kemarin.
Berbeda dengan ulama terkenal asal Suriah juga, Syaikh Ramadhan Al-Buthi yang habis-habisan membela rezim Bashar Al-Assad, Syaikh Ali Ash Shabuni justru bertolak belakang dengan rekannya itu. Syaikh Ali Ash Shabuni dengan tegas menentang rezim Assad yang telah membantai kaum muslimin yang ada di Suriah.
Profil singkat Syaikh Ali Ash-Shabuni
Syaikh Ali Ash-Shabuni merupakan seorang ulama dan ahli tafsir yang terkenal karena ilmu dan sifat wara’ yang dimilikinya.
Nama lengkapnya adalah Muhammad Ali bin Jamil Ash-Shabuni. Ia dilahirkan di Kota Aleppo, Suriah, pada tahun 1930. Namun, beberapa sumber ada yang menyebutkan Ash-Shabuni dilahirkan tahun 1928.
Ash-Shabuni dibesarkan di tengah-tengah keluarga terpelajar. Ayahnya, Syaikh Jamil, merupakan salah seorang ulama senior di Aleppo.
Ia memperoleh pendidikan dasar dan formal mengenai bahasa Arab, ilmu waris dan ilmu-ilmu agama di bawah bimbingan langsung sang ayah.
Sejak usia kanak-kanak, ia sudah memperlihatkan bakat dan kecerdasan dalam menyerap berbagai ilmu agama. Di usianya yang masih belia, ia telah berhasil menghafal seluruh juz dalam Alquran.
Selain menimba ilmu kepada sang ayah, Ash-Shabuni juga pernah berguru kepada sejumlah ulama terkemuka di Aleppo.(fq/islampos/Kholili Hasib/berbagaisumber)
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: