PARA imam di Tunisia meyakini bahwa “Jihad Nikah atau Jihad Seks” yang disuarakan dan dituduhkan kepada mujahidin adalah kawin kontrak serupa Mut’ah yang diyakini oleh Ahlussunnah keharamannya secara ijma’. Dan nikah model ini hanya ada dan dimuliakan oleh agama Syiah Imamiyah.
Para Imam Tunisia telah membantah keberadaan gadis-gadis Tunisia yang pergi untuk melaksanakan “Jihad Nikah”. Mereka mengatakan dalam prinsip Ahlussunnah nikah semacam itu sama dengan mut’ah dan diharamkan.
Dalam rangka membenarkan opini tersebut, media yang berafiliasi kepada Rezim Suriah mencomot foto mujahidah Chechnya, mujahidah Suriah dan membuat ‘film wawancara; dengan “artis” korban “nikah” tersebut untuk meyakinkan adanya nikah semacam itu.
Makna yang dimaksud dengan Jihad Nikah adalah seseorang berjihad kemudian ia menikah untuk menjaga kesucian dan memperbanyak keturunan yang didambakan menjadi pejuang Islam. Ini jauh maknanya dari yang digembar-gemborkan. Nikah seperti inilah yang berkah dan sangat dianjurkan. Dan hal ini pun terjadi di medan Jihad Suriah. Di mana anak warga Suriah nikah dengan pejuang Suriah. [dedih mulyadi/islampos/babnet]
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: